Jumat, 26 Juni 2009

P.A. / P.D./Bidston

1. PA/Bidston MPP Pak Hadi Nugroho

Setelah selama 32 Tahun 3 Bulan berkarya di PT. Pertamina U.P. IV Cilacap, tadi malam Rabu 27 Mei 2009 pukul 18.00 WIB diadakan bidston syukur atas telah purna-karya Bapak Hadi Nugroho dari pekerjaan yang selama ini telah di jalaninya di PT. Pertamina U.P. IV Cilacap. Beliau selama ini tinggal di Perumahan Pertamina di lingkungan Rumah Sakit Umum Pertamina di dekat laut, dan selanjutnya akan segera kembali ke kampung halamannya di kota sejuk Wonosobo.
Sebagai rasa syukur diadakan bidston syukur sekalian perpisahan dengan seluruh jemaat di GKJ Cilacap Utara Gedung I Gumilir. Dalam bidston tersebut Pdt. Semuel S.Si, mengambil thema semua ada waktunya, yang diambilkan dari nats dari Kitab Pengkotbah 3 : 1- 11 atau dibaca lengkap pada : http://www.sabda.org/alkitab/tb/?kitab=21&pasal=3 dengan nats pada ayat ke 11 : "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir". Bahwa saat ini manusia sering tidak tahu apa yang dimaui Allah, namun ketika nantinya mereka sadar bahwa Tuhan Allah membuat segala sesuatunya indah pada waktuNya. Bpk Hadi Nugroho dahulu juga tidak mengetahui akan ditempatkan Tuhan di Cilacap selama lebih dari 30 tahun, dan dipakaiNya untuk berkarya bagiNya sebagai salah satu tokoh dalam rangka pendewasaan Pepanthan Gumilir dari GKJ Cilacap Jln Wahidin menjadi sebuah gereja dewasa dengan nama GKJ Cilacap Utara yang beralamat di Jl. Dr. Cipto 10 Cilacap, yang saat ini memiliki dua tempat kebaktian yakni di Gumilir dan di Jeruklegi, dengan warga dewasa lebih dari 150 Kepala Keluarga. Dalam catatan gereja beliau telah pernah menjadi majelis selama hampir 13 tahun, 10 tahun diantaranya berkarya di GKJ Cilacap sedangkan 3 tahun berkarya di GKJ Cilacap Utara dalam kurun waktu 2003 s.d. 2006.
Dalam kesempatan bidston semalam juga diserahkan beberapa tanda cinta kasih dari warga yang diwakili oleh Bapak Nowo (blok Kebon Manis) dan Ibu Susilo (blok Gumilir-Limbangan). Selain mengucapkan terima kasihnya Bpk Hadi Nugroho dalam sambutannya yang terputus-putus karena harunya juga memohon maaf bila ada kesalahan dalam beliau dan keluarga dalam bersosialisasi baik di gereja maupun di tempat lain.
"Selamat jalan pak Hadi di tempat yang baru, semoga Tuhan Allah slalu memakainya dalam rencanaNya, Amin."

2. Bidston Penikahan Putra-putri Pak. Bintarto
Bacaan : Hosea 3:1-5
Setahun: Mazmur 127-129
Nats: Berfirmanlah Tuhan kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah
perempuan yang suka bersundal dan berzina, seperti Tuhan juga
mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada
allah-allah lain dan menyukai kue kismis." (Hosea 3:1)

Judul:
TAHU DIRI

Pendeta GKJ Cilacap Utara, Semuel S.Si. dalam renungan bidston
menyambut rencana pernikahan Puta/Putri Bapak Bintarto- Gumilir
tanggal 22 Mei 2009 pukul 19.00 WIB membawakan Nats di atas.
Jika Anda mencintai seseorang, dan di kemudian hari Anda tahu bahwa
ia seorang pelacur, apakah Anda bersedia menikah dengannya?
Pertanyaan yang sulit dijawab! Apa nanti kata keluarga? Bagaimana
jika ia kembali pada hidupnya yang lama? Kalau sekarang ia melacurkan
dirinya, bukankah kelak itu bisa saja terulang? Dan pertanyaan yang
paling mendasar adalah, pantaskah ia saya cintai?

Jawabnya memang tidak pantas! Namun, itulah yang diperintahkan Tuhan
kepada Hosea.. Gomer adalah seorang pelacur bakti di kuil penyembahan
berhala. Hosea mau menikahinya; ini seharusnya sudah cukup membuat
Gomer tahu diri sebagai istri. Namun, Gomer malah berzina kembali dan
melarikan diri dengan kekasihnya (Hosea 2:6). Lalu ia terdampar di
pasar budak. Tuhan meminta Hosea membelinya kembali seharga kurang
lebih 200 ribu rupiah (Hosea 3:2). Lebih hebat lagi, Hosea harus
mengampuni dan menerimanya kembali sebagai istri tercinta (Hosea
3:1). Sungguh luar biasa ungkapan kasih yang dituntut Tuhan dari
Hosea.

Kisah Hosea adalah kisah Tuhan yang mengasihi manusia. Gomer adalah
gambaran Israel yang tidak tahu diri; yang berzina rohani dengan
menyembah berhala. Gomer juga merupakan gambaran kita. Sebagai orang
berdosa, kita tidak layak diampuni dan dijadikan anak Tuhan. Namun,
setelah ditebus dan dijadikan anak-Nya, kita masih berbuat dosa dan
menyakiti hati-Nya. Akan tetapi, Tuhan selalu bersedia mengampuni dan
menerima kita kembali sebagai anak yang Dia kasihi. Sebab itu, jangan
bermain-main dengan dosa. Kasih-Nya yang besar seharusnya membuat
kita semakin tahu diri dan hidup taat kepada-Nya setiap hari


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.